Sebagai negara agraris, Indonesia menjadi lahan yang subur bagi tumbuhnya aneka buah-buahan. Tak terkecuali buah pisang. Di negeri ini ada berbagai jenis buah pisang yang memiliki kekhasan tersendiri. Salah satunya adalah pisang barangan.
Pisang ini dikenal sebagai pisang khas daerah Sumatra Utara, tepatnya daerah Deli Serdang. Pisang barangan dikenal karena aroma dan rasa manisnya yang khas, meskipun secara penampilan tidak mulus layaknya pisang ambon. Karena rasanya yang khas, prospek bisnis pisang barangan terbilang sangat bagus. Permintaan pisang barangan di tanah air cukup besar. Namun, pasokannya masih terbilang minim.
Menurut Erik Meliala, spesialis hortikultura dari Agribusiness Market and Support Activity (Amarta), saat ini pasokan pisang barangan baru mampu memenuhi sekitar 50% dari permintaan pasar. Padahal, prospek berkebun pisang barangan sangat menjanjikan. Erik bilang, lahan seluas satu hektare bisa ditanami antara 1.000 sampai 1.500 batang pohon pisang. \"Saat panen, petani pisang bisa meraup pendapatan sekitar Rp 40.000 dari setiap pohonnya,\" katanya.
Erik juga mengingatkan, tanaman pisang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 bulan untuk bisa dipanen. Meskipun produksinya paling banyak jika ditanam saat musim penghujan, pisang tidak mengenal musim. Dus, dengan pengelolaan yang tepat, sebuah perkebunan pisang dapat memberikan penghasilan sepanjang tahun bagi petaninya.
Erik mencatat, sejauh ini pisang barangan paling banyak diserap di Pulau Jawa dan Sumatra. Setiap pekan, produksi pisang barangan mencapai 5.000 hingga 10.000 sisir pisang. Dalam pengamatan Erik, jumlah produksi sebanyak itu selalu habis diserap masyarakat. \"Pisang barangan umumnya dibeli untuk digunakan sebagai buah meja,\" imbuh Erik.
Sumber: www.kontan.co.id